UPDATE produk terbaru di Channel Telegram. Klik >>Gabung Sekarang< <

 

 

Pekerjaan membatik di Madura pada mulanya dikerjakan di dalam pesantren-pesantren pada musim paceklik. Juga sebagai pekerjaan sampingan para istri sambil menunggu suaminya pulang melaut bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dan tidak memiliki lahan pertanian.

 

Pekerjaan membatik ini terus berkembang ketika ada sebagian masyarakat Madura memulai mendring atau membawa batik untuk dijual ke kota dan mengambil keuntungan dari harga yang sudah ditetapkan oleh para pembatik. Pada akhirnya kegiatan jual beli ini semakin berkembang pesat dengan dibukanya lapak-lapak atau los batik di pasar-pasar tradisional.

 

Batik Madura dikenal dengan warna yang berani dan tegas, seperti merah, kuning, hijau, serta biru. Dari segi motif, batik Madura memiliki motif beragam yang terinspirasi dari bentuk tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatik sendiri seperti motif ayam bekisar, gerbong keraton, hingga karapan sapi. Kombinasi warna dan motif ini menjadi ciri khas Batik Madura yang menjadikannya unik dan berbeda.

 

Terdapat sejarah dan proses panjang dibalik pembuatan batik maupun filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik yang unik dan berbeda-beda di setiap daerah. Seperti tema Eksotika Batik Madura, batik dari daerah Madura ini dilukis oleh para pengrajin secara otentik, sehingga menghasilkan motif yang berbeda satu dengan yang lainnya.

 

Pengetahuan seperti inilah yang harus terus diberikan kepada masyarakat sehingga kain batik semakin diapresiasi oleh seluruh kalangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *